MANAJEMEN ASET PROPERTI

Sebelum kita membahas aset properti, kita harus tahu bagaimana mengelola aset properti, agar aset dan properti yang kita miliki berfungsi secara efektif dan efisien kita harus mengerti bagaimana tentang manajemen aset.


APA ITU MANAJEMEN ASET ?


Setiap individu dan organisasi perusahaan swasta atau pemerintah pasti memiliki aset yang berwujud atau tidak berwujud. Agar aset tersebut berfungsi dengan baik, maka seluruh aset harus dikelola secara efektif dan efisien dengan manajemen aset yang baik pula. Ketika mampu mengelola aset dengan baik dan tepat, pada saat itulah aset tersebut dapat meraih kinerja maksimum dan memuaskan.




DEFINISI MANAJEMEN ASET

Manajemen aset, terdiri atas dua kata "manajemen" dan "aset". Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), manajemen adalah ma.na.je.men [n Man] (1) penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran; (2) pimpinan yg bertanggung jawab atas jalannya perusahaan dan organisasi. Manajemen menurut George R. Terry (dalam Sugiama, 2010) "management is a distinct process contisting of planning, organizing, actuating, and cotrolling, untiliting in each both science and art, and followed in order to accomplish predetermined objective." Dapat kita simpulkan bahwa manajemen adalah seni dalam mengatur sistem baik orang dan perangkat lain agar dapat berjalan dan bekerja sesuai dengan ketentuan dan tujuan yang terdiri dari berbagai aktivitas. Aset berasal dari istilah asset (bahasa inggris) yang berarti dalam bahasa Indonesia dengan istilah "kekayaan". Kekayaan itu bisa dalam berwujud (fiskal) atau tidak berwujud. Aset menurut sudut pandang ekonomi adalah barang (thing) atau suatu barang (anything) yang dimilliki seseorang, organisasi swasta maupun pemerintah yang memiliki : 1) nilai ekonomi 2) nilai komersial 3) nilai tukar. (Sugiama, A Gima (2013) dalam manajemen aset pariwisata).
Jadi manajemen aset adalah mengatur dan menjalankan aset yang dikelola agar dapat berfungsi dan digunakan secara efektif, efisien, dan optimum. Manajemen aset menurut para ahli :
1. A Gima Sugiama (2013)
"Manajemen aset adalah ilmu dan seni untuk memandu pengelolaan kekayaan yang mencakup proses merencanakan kebutuhan aset, mendapatkan, menginvetarisasi, malakukan legal audit, menilai, mengoprasikan, memelihara, membaharukan, atau menghapuskan hingga mengalihkan aset secara efektif dan efisien."
2. Siregar (2004)
"Manajemen aset merupakan salah satu profesi atau keahlian yang belum sepenuhnya berkembang atau populer di lingkungan pemerintahan maupun disatuan kerja atau instansi."
3. Hastling (2010)
"manajemen aset adalah serangkaian kegiatan yang terkait dengan :
-mengidentifikasi apa saja yang dibutuhkan aset,
-menidentifikasi kebutuhan dana,
-memperoleh aset;
-menyediakan sistem dukungan logistik dan pemeliharaan untuk aset,
-menghapus atau memperbaharui aset sehingga efektif dan efisien dapat memenuhi tujuan.



JENIS ASET


Jenis aset terdiri dari dua jenis yaitu aset tidak berwujud dan berwujud. Aset tidak berwujud adalah aset yang tidak dapat dilihat dengan kasat mata. Untuk melihatnya diperlukan survey langsung. Aset tidak berwujud seperti hak cipta, hak paten, hak merk dagang perusahaan, dll. Aset berwujud  yang nampak dan berbentuk. Contoh Bangunan, lahan, jalan, barang pribadi, dan sebagainya.

contoh hak cipta :

sumber: usahalaundry.com


Masalah hak cipta diatur dalam undang-undang hak cipta, Undang-undang nomor 19 Tahun 2002, hak cipta adalah  "hak ekslusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak pembatasan-pembatasan menururt peraturan perundang-undangan yang berlaku." (pasal 1 butir 1).


contoh hak paten :

sumber: publishedtodeath.com


Hak paten adalah suatu hak yang diatur dalam undang-undang kepada penemu (uitvinder) atau pihak yang berhak memperolehnya.


contoh merk dagang :

sumber: www.datapatenindonesia.com



Merk dagang perusahaan biasanya digunakan perusahaan untuk membedakan produksinya dengan perusahan lain, kualitas, dan barang-barang jenis lainnya.


Contoh bangunan :

taken by: Decky Yogiawan



Bangunan menjadi aset yang sangat berharga. Contohnya perumahan, perumahan akan menjadi aset sangat berharga dan benilai tinggi terlebih perumahan tersebut berada di lokasi yang strategis.


Contoh lahan:


taken by: Decky Yogiawan


Lahan menjadi aset karena akan sangat dibutuhkan oleh semua orang untuk membangun infrastruktur atau bangunan. Lahan tidak akan pernah turun harganya karena lahan tiap waktu akan semakin sedikit otomatis lahanpun akan semakin mahal.


Contoh jalan:


taken by : Decky Yogiawan



Jalan merupakan aset yang penting apalagi untuk pemerintah agar pertumbuhan ekonomi masyarakatnya dapat cepat maju dan menghubungkan setiap daerah. Segabian jalan ada yang dijadikan sebagai alat komersil contohnya jalan tol.


contoh barang pribadi :


taken by: Decky Yogiawan



Barang pribadi adalah barang yang pemakaiannya untuk pribadi dan termasuk kedalam aset pribadi karena berharga, bernilai, dan dapat digunakan. Laptop adalah barang pribadi yang menjadi aset pribadi karena harganya yang mahal dan semakin canggih semakin tinggi juga nilai barang tersebut. Laptop juga sudah menjadi kebutuhan bagi sebagian besar orang untuk memperudah mengerjakan sesuatu.



SIKLUS ASET


Sebuah aset akan memasuki sebuah siklus kehidupan dengan melalui alur sejak pengadaan hingga barang tersebut dialihkan atau dimusnahkan.

sumber: Sugiama, A Gima (2013)


Contoh masalah siklus aset adalah apabila kita ingin membangun rumah, yang kita lakukan pertama kali adalah merencanakan akan membuat rumah yang seperti apa dan bagaimana, semuanya harus direncanakan dengan baik. Setelah kita membuat rencana kita melakukan pengadaan tersebut seperti pengadaan biaya, tanah, dan bisa memulai pembangunan tanah. Setelah jadi rumah tsb harus melakukan aspek legal aset seperti membuat sertifikat tanah. Setalah itu aset tersebut sudah dapat dinilai dan bisa dijual ataupun digunakan sendiri. Apabila telah dioprasikan aset tersebut maka aset tersebut butuh pemeliharaan dengan baik agar menapai pemakaian dan umur yang maksimum. Pada suatu saat aset tersebut bisa diperbaharui, dihapuskan dengan pemusnahaan atau pengalihan aset.


FUNGSI MANAJEMEN ASET


Manajemen aset secara umum adalah untuk pengambilan keputusan yang tepat agar aset yang dikelola berfungsi secara efektif dan efisien. Efektif adalah pencapaian hasil yang sesuai dengan tujuan, efektif dalam pengelolaan aset berarti aset yang dikelola dapat mencapai tujuan organisasi bersangkutan. Sedangkan efektivitas berarti derajat keberhasilan yang dapat dicapai berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan. (dalam Sugiama, 2013).




MANAJEMEN ASET PROPERTI


Properti adalah aset atau harta yang berbentuk tanah dan bangunan beserta sarana dan isinya. Yang memiliki aspek hukum, validasi, dan fisik finansial. Agar properti dapat digunakan secara efektif dan efisien yang mencapai hasil maksimum dibutuhkan pengetauhan dan ilmu manajemen aset yang baik dan benar. Dengan itu kita bisa menerapkan salah satu ilmu manajemen aset adalah siklus aset yang sebelumnya telah dibahas.


Pemahaman tentang pengelolaan aset properti harus didasarkan pada pengetahuan tentang aspek hukum, kontrak, valuasi dan fisik finansial dari kegiatan tersebut untuk memastikan bahwa implikasi yang mungkin terjadi dalam situasi apa pun dapat dianalisis dan tindakan yang benar. Pengelolaan aset properti memerlukan staf yang berpengalaman dalam aspek pengelolaan hukum, keuangan dan penilaian. (dalam Scarret, Douglas 2011)

Manajemen aset properti menurut ahli :

Thorncroft (1965) memberikan dua bagian deskripsi umum:
- Ilmu organisasi dan operasi atau, pada tataran praktis, tindakan mengarahkan dan melakukan urusan.
- Arah dan pengawasan suatu kepentingan atas properti yang mendarat dengan tujuan untuk mendapatkan tingkat pengembalian yang optimal, kembalinya ini tidak perlu selalu menjadi masalah finansial, tetapi juga dalam hal keuntungan sosial, status, prestise, kekuatan politik atau beberapa tujuan atau kelompok tujuan lainnya. 

Contoh manajemen aset properti adalah perumahan atau komplek perumahan. Pada abad ini kita sering dan banyak menemukan komplek perumahan dimana-mana. Karena rumah menjadi salah satu keutuhan primer manusia menjadikan bisnis perumahan menjadi bisnis yang marak dilakukan oleh para investor. Para pengelola aset pun semakin gencar melakukan inovasi agar perumahannya dapat modal yang minimum, berkualitas, dan dapat diminati oleh banyak orang. Mulai dari tempat, tipe dan pelayanan yang diberikan kepada konsumen. Pada saat ini dataran tinggipun menjadi sasaran pembangunan komplek perumahan karena harga lahan yang tidak terlalu mahal, suasana yang asri dan dapat menarik konsumen. Contohnya di daerah Cimenyan keluhahan Cibeunying Kota Bandung adalah dataran tinggi yang mulai banyak terdapat kompleks perumahan karena tempat yang lumayan strategis dan terdapat beberapa tempat wisata seperti Caringin Tilu, Bukit Moko, dan Puncak Bintang, menjadikan kawasan tersebut sasaran investor untuk membuat perumahan.



taken by: Decky Yogiawan

taken by: Decky Yogiawan

taken by: Decky Yogiawan


Jadi dari contoh di atas dapat disimpulkan bahwa manajemen aset properti semakin waktu semakin berkembang dan mulai banyak inovasi dan persaingan penawaran agar masyarakat membeli dan beralih ke komplek perumahan, tetapi disisi lain manajemen aset propertipun harus tetap menerapkan green management dan tanggung jawab sosial untuk menjaga lingkungan dan ekosistem.


Sekian dari tulisan yang saya buat semoga bermanfaat, mohon maaf apabila ada kekurangan dan kesalahan, mohon kritik dan saran agar tullisan yang saya buat dapat menjadi lebih baik.

Penjelasan lebih lanjut silahkan cek vidio dibawah ini.






Referensi :
1. Doli D. Siregar. (2004), Manajemen Aset. Strategi Penataan Konsep Pembangunan Berkelanjutan Secara Nasional dalam Konteks Kepala Daerah Sebagai CEO’s pada Era Globalisasi dan Otonomi Daerah. PT. Gramedia Pustaka Utama.
2.Hastings, Nicholas A. John. (2010). Physical Asset Management. Springer.
3. Scarret, Douglas (2011) Property Asset Management, Third Edition. Routledge.
4. Sugiama, A Gima (2013), Manajemen Aset Pariwisata, Edisi Pertama, Guardaya Intimarta, Bandung
Share:

0 komentar:

Posting Komentar